Sabtu, 31 Januari 2009

cover boy

ini adalah sepasang orang - orang ksjl yang mengakui kalau dia adalah sebagai cover boy yang selalu hadir di majalah - majalah yang sering muncul dalam berita flora dan fauna he..............









gile......... serasa macem - macem dunie milik mereke berdua' jax ye,,,,,,,,,
dengan gaye cool nye tuh....






(bayu dan edi periode 4 ksjl ) ( deni dan aan periode ke 2 )
readmore »»  

Kamis, 29 Januari 2009

the ghost


ini adalah erna anggota periode ke -3yang lagi mempersiapkan teaterical untuk pementasan sumpah pemuda dengan berwajahkan seperti syetaaaaannnnnn,,,,,,,,,,, jd takut nie!!!!!!
readmore »»  

ini kawan - kawan periode ke 2 waktu kegiatan LDKK yang lagi membentuk mematung menggambarkan ekspresi kawan - kawan keren kan!!!!!!!

readmore »»  

Selasa, 27 Januari 2009

LDKK periode 2007-2008

Pada tanggal yang kurang bisa diingat setelah kurang dari satu tahun kawan-kawan pendaftar untuk generasi ke-2, KSJL mengadakan Latihan Dasar Kepemiminan dan Keteateran (LDKK) untuk generasi penerus ini. Sebelum saat itu, generasi penerus ke-2 ini berjumlah kurang lebih sepuluh orang yang aktif, sepuluh orang pasif dan sekitar belasan lainnya orang yang tidak diketahui keberadaannya, lalu terpilihlah tujuh orang yang mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan dan Keteatran (LDKK). Itu pun melalui proses seleksi alam yang notabenenya ditentukan oleh waktu. tujuh orang, bilangan ganjil yang mempunyai daya magis yang kuat "tujuh". pasalnya angka ini sering digunakan pada hitungan orang-orang di zaman dahulu untuk lapisan bumi dan langit yang teratas. Mudah-mudahan ketujuh penerus ini menjadi yang dapat diandalkan dan "leader" untuk generasi penerus berikutnya.
readmore »»  

Minggu, 04 November 2007

KSJL PENTASKAN "TUTUP".

SMA Merdeka adalah sekolah swasta yang bernaung di bawah Yayasan Merdeka. Seiring perjalanan waktu, citra SMA Merdeka sebagai sekolah favorit, kini hanya tinggal sebagai kenangan. Sekarang, sekolah tersebut hanya dikenal sebagai “sekolah buangan”. Siswa-siswanya terkenal sebagai biang rusuh. Ketika beberapa siswa diciduk aparat lantaran terlibat peredaran narkoba, Ketua Yayasan Merdeka, Ibu Yevi, menjadi berang dan membulatkan tekadnya: “Pokoknya saya tidak mau tahu. Suka tidak suka, sekolah ini harus ditutup!”
Demikianlah sinopsis naskah teater yang dipentaskan Komunitas Seni Jalan Lain (KSJL) STKIP-PGRI Pontianak pada tanggal 17 dan 18 Maret yang lalu.

Antusisme penonton menyaksikan pementasan terbilang besar. Terbukti dari membludaknya penonton yang datang. Bahkan pada pertunjukan malam pertama, banyak penonton yang terpaksa kecewa karena tiket telah habis. Tika, sekretaris produksi menjelaskan bahwa jumlah tiket disesuaikan dengan keterbatasan kapasitas dan fasilitas gedung, aula STKIP-PGRI Pontianak. Meskipun disiasati demikian, banyak penonton yang mengeluhkan tantang panasnya hawa selama pertunjukan berlangsung. Untung saja Yeye dan kawan-kawan yang coba tampil total, dapat membuat penonton enggan beranjak sampai pertunjukan usai.

Eko Amriyono, penulis naskah sekaligus pimpinan produksi, menjelaskan bahwa ide dasar penulisan naskah “Tutup?” berawal dari keprihatinan terhadap sistem dan pelaksanaan pendidikan di tanah air. Misalnya dikotomi “sekolah favorit” versus “sekolah buangan”, pakaian seragam, kontroversi NEM, Mulok yang tidak bermuatan lokal dan lain sebagainya.
Senada dengan pernyataan tersebut, sutradara, Amrin Zuraidi Rawansyah menegaskan tentang betapa sistem pendidikan di tanah air yang terkesan coba-coba, yang memaksakan diri mengejar nuansa ke-Indonesia-an, justru semakin menjauhkan tujuan mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara itu, pelaksanaan sistem pendidikan nasional, dalam kenyataannya adalah “pelaksanaan seolah-olah”. Misalnya seolah-olah sukses, seolah-olah merata, seolah-olah pintar dan seolah-olah lainnya. Dalam kenyataannya pula, tutur Amrin, bukankah pelaku-pelaku KKN di negeri ini adalah produk sah sistem pendidikan?

Berkenaan dengan konsep penyutradaraan, Amrin menjelaskan bahwa dalam naskah “Tutup?”, konsep yang diterapkan adalah Realisme-Simbolik. Artinya, asas transformasi (pemindahan dengan pembesaran) semaksimal mungkin menyajikan kenyataan sesungguhnya dengan penekanan pada simbolisasi. Misalnya, ujar Amrin mencontohkan, adegan murid badung (diperankan Asep) yang terserang “penyakit aneh”. Penyakit tersebut menjalar mulai dari telinga ke seluruh tubuhnya. Muasal penyakit itu adalah lantaran telinganya yang selalu mencerap indoktrinasi dari guru yang lumayan killer (Een).

Pada adegan yang lain, ada staf Tata Usaha (Feni) yang selalu menguntit Kepala Sekolah (Adi). Namun ketika ditanya tentang makna adegan tersebut dikaitkan dengan tema cerita, Amrin menjawab sumringah: “Kita percayakan pada penonton memaknainya.”

Sebelum menutup pembicaraan, Topik Hidayat yang merupakan Tim Usaha dan Dana, mewakili rekan-rekannya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada semua pihak yang telah memberikan dukungan. Di antaranya kepada Lembaga STKIP –PGRI Pontianak beserta segenap civitas akademika, Ketua DPRD Kota Pontianak, PT.HM Sampoerna , Percetakan Indotama, seniman-seniman dan sanggar-sanggar seni di Kota Pontianak, Harian Equator, serta segenap kalangan yang telah membantu, demi mewujudkan kemajuan masyarakat yang ditandai dengan penghargaan terhadap seni, seniman dan proses berkesenian.
readmore »»  

Selasa, 23 Oktober 2007

Pak Ketua Sudah Punye e-mail.....!!!


Tak ada yang lebih menggembirakan kami semua, keluarga besar KSJL selain 2 fakta berikut: pertama, mahasiswa baru STKIP-PGRI Pontianak yang menunjukkan antusiasme tinggi, dan kedua, bahwa Pak Ketua sekarang sudah memiliki e-mail dan sekarang (Psst...! ini bener2 uptodate) sibuk nge-add di FS. Kiranya dua berita ini layak untuk disebarkan ke seluruh jagat raya.
readmore »»  

Senin, 22 Oktober 2007

The Rains Project


Amrin lagi maen hujan2an, mendinginkan kepalanya yang PECAH...
readmore »»  

The Rains Project


Andra membayangkan dirinya sedang mengangkat dan membuang segala masalah (soal organisasi, rumah, pacar dlsb)
(Huahaha...padahal sebenarnya Andra cuma mengangkat batu yang dipakai Pak Ketua berbaring pada foto sebelumnya.)
readmore »»  

The Rains Project


Pak Ketua sedang

berduka karena e-mail-nya belum jadi-jadi.

(Barusan Pak Ketua protes, katanya: "Abes, kamek ndak diajarkan... Manelah kamek ni, orang kampong, jelek, penyaketan, idop... untongye siket getek...")

readmore »»  

The Rains Project


Ini adalah Andra yang sedang meneriakkan ketidakadilan hidup.
Katanya juga (soalnya yang pegang keyboard adalah Azura) ketidakadilan yang paling menyakitkan hatinya adalah vonis "seseorang" yang menyalahkannya karena buru-buru menghubungi seseorang yang lain di Taman Budaya Kalimantan Barat untuk persiapan pementasan Godlob. Padahal dia sudah berkoordinasi dengan Amrin, yang sering memfitnah dirinya sendiri sebagai "orang ganteng", tentang rencana itu. Tahu-tahu saja "seseorang" itu menjustifikasi Andra dengan kata-kata: "An, kamu ada salah sama Abang..."


(Kok perasaan, cuma ini yang "agak puitis" kata-katanya, ya?)
readmore »»  

The Rains Project


Ini, Pak Ketua sedang berduka karena tidak memiliki e-mail...

readmore »»  

The Rains Project


Suatu petang, tiga anggota KSJL sedang trance di bilangan Martahdinata, Kota Hantu. Kebetulan bawa kamera. Dinginnya hujan, ditambah kesan beberapa saat sebelumnya bersua Wanita Penjaga Api, jadinya...ancor dah...

Nah, yang ini adalah Azura yang sedang terluka karena kata-kata: "Maaf, bagi saya KSJL tidak akan tampil dalam MAKRAB."

readmore »»  

Up To Date KSJL

Dalam menyambut tahun ajaran baru, KSJL mengadakan serangkaian kegiatan penerimaan anggota baru. Dari kurang lebih 2000an mahasiswa baru STKIP PGRI Pontianak, dari semua jurusan dan prodi, menunjukkan antusiasme tinggi.
readmore »»  

Postin Perdana

Posting Perdana ini dibuat tanpa persiapan matang. So, buat yang baca, harap maklum. Ntar posting serius yang pasti lebih keren. Jaminannya, leher Andra.
readmore »»